HTML,BODY{cursor: url("http://.gif"), auto;}

Minggu, 05 Oktober 2014

http://istighna.files.wordpress.com/2012/06/tugu-peringatan-perang-mutah.jpg

Assalamualaikum Wr,Wb sobat, pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan peristiwa yang mungkin anda belum mengetahui Perang Mu'tah. Perang yang akan merubah sejarah dunia dan sejarah islam. semoga post ini menambah wawasan anda semua.



Perang Mu'tah merupakan ekspedisi militer pada masa Rasulullah SAW di Desa Mu'tah di negeri Syam yang sekarang Yordania pada bulan Jumadil Ula tahun kedelapan Hijriyah. Perang ini merupakan perang pertama dengan Bangsa romawi (Bizantium). perang ini terjadi karena terbunuhnya utusan Rasulullah al-Harits bin Umair al-Azdi, utusan untuk Raja Busra selaku sekutu Romawi,yaitu Syurahbil bin Amr Al-Ghasani untuk memeluk agama islam. Namun Syurahbil bin Amr Al-Ghassani membunuh utusan Rasulullah. mengetahui hal itu, Rasulullah sangat marah, sebab baru kali ini utusan Rasulullah dibunuh, selain itu, tindakan ini juga melanggar adat dan tradisi ketika menerima utusan yang seharusnya dihormati dan tidak tolak serta menjamin keselamatannya.

Rasulullah langsung mempersiapkan pasukan yang besar untuk menuntut kematian utusan Rasulllah. dengan berjumlah 3000 pasukan mujahidin, Rasulullah memberangkatkan pasukan tersebut. Beliau juga mengangkat Zaid bin Haritsah, sebagai panglima perang dan penggantinya yaitu Ja'far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawaahah. Rasulullah bersabda :

"Apabila Zaid terbunuh maka penggantinya adalah Ja'far bin Abu Thalib, jika Ja'far terbunuh maka penggantinya adalah Abdullah bin Rawaahah "(Ibnu Qayyim al-Jauziyah,Zad al-Ma'ad fi Hadyi Khair al-'Ibad,jilid 3, hlm.381).

Setelah itu,kaum muslimin bergerak dan singgah di Ma'an. Kaum Muslimin mendapat kabar bahwa pasukan Romawi yang berjumlah 100 ribu pasukan dibawah pimpinan Kaisar Heraklius dan 100 ribu pasukan sekutu kabilah Nasrani Arab, berasal dari kabilah Lakhm, Judzaam, dan berbagai suku Qudhaa'ah dari Bahraa, Balaa, dan Balqain dibawah pempinan Malik bin Zaafilah. Mereka sudah siap menyambut pasukan muslimin.

Kaum muslimin pum bemusyawarah. Sebagian berpendapat : "kita harus menulis surat untuk Rasulullah dan menginformasikan jumlah musuh.Sehingga Rasulullah memberi perintah selanjutnya. Namun Abdullah bin Rawaahah membangkitkan semangat jihad Kaum Muslimin dengan kata-kata pembakar semangat;" Wahai sahabat sekalian,demi Allah, yang tidak kalian sukai pada saat berperang adalah mati meskipun syahid. Ingatlah, kita memerangi mereka bukan dengan jumlah yang banyak, tetapi kita melawan mereka dengan agama yang telah membuat kita dimuliakan Allah. Untuk itu, mari kita hadapi mereka karena yang demikian ini merupakan salah satu dari dua kebaikan, menang atau mati syahid." Semua sahabat menjawab, " pendapat Ibnu Rawahah itu benar."

setelah mereka sampai di Al-Balqa, mereka bertemu dengan bala tentara Romawi beserta sekutunya di Masyarif. Pasukan musuh itu mendekat, sedangkan pasukan muslimin bergerak ke Mu'tah. Disana mereka bersiap-siap dan mengangkat Quthbah bin Qatadah (dari bani Udzrah) sebagai komandan pasukan sayap kanan, sedangkan yang memimpin sayap kiri adalah Ubadah bin Malik (sahabat dari Anshar).

Kemudian terjadi peperangan diantara dua kelompok dengan sangat sengit. Panglima pasukan muslimin Zaid bin Haritsah syahid.Panji perang yang berada ditangannya langsung diambil oleh ja'far bin Abu Thalib, ia turun dari kuda pirangnya yang langsung dibunuhnya karena tidak ingin kudanya digunakan oleh musuh, Ia pun berperang hingga tangan kanannya putus, panji itu diambil oleh tangan kirinya. Namun tangan kirinya pun putus, sehingga ia terpaksa memeluk panji tersebut, baru kemudian ia terbunuh syahid. panji perang pun diambil alih oleh Abdullah bin Rawaahah, Dia tampil di depan pasukan dan berperang hingga gugur dijalan Allah. Selanjutnya bendera kaum muslimin diambil oleh Arqam bin Tsa'labah al-Anshari. Kaum muslimin ingin menjadikannya sebagai komandan, akan tetapi ia menolak. Akhirnya kaum muslimin mengangkat Khalid bin Walid sebagai panglima.

Allah menurunkan wahyu kepada Rasullullah tentang berbagai peristiwa yang terjadi pada peperangan. Anas mengisahkan bahwa Rasulullah mengabarkan tentang kematian ke tiga panglima yang ditunjuk oleh Rasulullah sebelum ada yang menyampaikan berita itu kepada beliau. Rasulullah bersabda, " Bendera (pasukan muslimin) diambil oleh zaid tetapi kemudian dia terbunuh, lalu diambil oleh Ja'far tetapi dia juga terbunuh,Ibnu Rawaahah pun mengambilnya tetapi dia pun terbunuh-air mata beliau mengalir-hingga akhirnya bendera diambil oleh salah satu (Saifullah 'Pedang Allah') yaitu Khalid bin Walid sehingga Allah memberikan kemenangan kepada mereka (muslimin)," (HR. al-Bukhari).

Khalid bin Walid melakukan strategi perang yang tergolong baru. Khalid ingin menyelamatkan tentara kaum muslimin dari dilema yang dihadapinya dengan tetap menjaga eksitensi dan harga diri mereka. Khalid berpikir bahwa solusinya mungkin dengan cara menarik mundur pasukannya setelah melakukan penyerangan kemudian menggantikan pasukan yang ditarik dengan satuan pasukan yang baru, dengan demikian, Pasukan muslimin bisa bertahan hingga malam hari. Dalam kegelapan malam dia bisa memanfaatkan keadaan untuk menukar satuan pasukan : pasukan sayap kiri di tukar dengan pasukan sayap kanan, satuan pasukan garda depan dengan pasukan garda belakang.

Pada pagi harinya, Khalid meminta pasukan berkuda untuk membuat kepulan debu dan kegaduhan yang dapat menggentarkan musuh. Tujuannya, agar orang-orang Romawi mengira tentara muslimin mendapat bala bantuan pasukan dari Madinah. Pasukan Romawi dibuat gentar oleh taktik militer yang demikian. Kemudian pasukan muslimin melakukan serangan dengan sengit sampai Khalid berkata,"pada saat Perang Mu'tah, aku telah menghabiskan sembilan pedang hingga ditanganku hanya tersisa sebilah pedang dari yaman. Dengan demikan  Khalid bin walid beserta Pasukan muslimin berhasil kembali ke Madinah dengan sedikit kerugian. Sementara itu pihak Romawi banyak sekali korban perang yang jumlahnya tidak diketahui.

Meskipun jumlah musuh sangat banyak dan jumlah kaum muslimin sedikit, namun tidak terlalu banyak para prajurit yang gugur di medan perang sebagaimana yang diterangkan ulama sejarah. mereka menyebut nama-nama mereka yang terbunuh kecuali hanya belasan orang.


Berikut ini merupakan cuplikan dari Peristiwa Perang Mu'tah

0 komentar :

Posting Komentar