HTML,BODY{cursor: url("http://.gif"), auto;}

Rabu, 01 Oktober 2014

assalamualaikum wr.wb
halo sobat, pada kesempatan kali  ini saya akan memberikan contoh resensi buku yang berjudul HATTIN 1187:SHALAHUDDIN KEMENANGAN TERAKBAR. semoga bermanfaat bagi anda semua.

RESENSI BUKU
HATTIN 1187:SHALAHUDDIN KEMENANGAN TERAKBAR

  • Judul Asli    : Hattin 1187 :Saladin's Greatest Victory
  • Penulis         : David Nicolle
  • Penerjemah  : Margaretha Widyastuti
  • Terbit           : Jakarta, KPG (Kepustakaan Populer Gramedia),2008 vi+ 108 hlm; 17 cm x 24,8 cm. ISBN-13: 978-979-91-0118-1
  •  Penerbit       : PT. Gramedia, Jakarta
  • Harga buku   : Rp. 40.000

Berawal dari minat saya terhadap sejarah, khususnya sejarah tentang  perkembangan Islam, hingga ketika saya jalan-jalan ke toko buku perhatian saya tertuju kepada buku karangan David Nicolle yang berjudul “Hattin 1187”. Buku tersebut bersampul sangat indah dilengkapi gambar-gambar yang menarik dan juga saya bertanya-tanya dalam diri saya sendiri buku ini menceritakan apa, siapakah itu salahuddin. Sehingga saya putuskan untuk membeli buku “Hattin 1187” untuk mengetahui isi buku tersebut.

Buku ini menceritakan tentang pertempuran di dataran tinggi didesa  hattin yang panas dan tanpa sumber air pada tanggal 4 juli 1187. Pertempuran ini menentukan alur dari perang salib berikutnya sebab setelah pertempuran ini Sultan Shalahuddin berhasil menaklukan kota suci Baitulmaqdis . Perang ini melibatkan pasukan muslim yang di pimpin oleh sultan shalahuddin al-ayyubi dari Dinasti Ayyubiah  yang berjumlah 45000 pasukan Jihad dan pasukan perang salib yang di pimpin oleh raja Latin yerusalem yang bernama guy de lusignan yang terdiri dari para ksatria Templar dan Hospitaller, Pasukan Bayaran, dan Para penduduk Kristen yang terkena wajib militer. Pasukan muslim dan pasukan kristen bertempur mati-matian  namun, Shalahuddin yang unggul dalam hal taktik, berhasil mengurung serta menundukkan lawan, bahkan sampai berhasil menangkap hampir seluruh pemimpin pasukan salib seperti raja guy de lusignan, geoffrey de lusignan, connetable amaury de lusignan, marquis guglielmo del monferrato, renaud de chatillon, humphrey II de toron, gerard de ridefort, uskup lidie dan baron-baron lainnya dan juga menyita salib suci yang dianggap sebagai tempat penyaliban yesus. Sultan Shalahuddin memperlakukan para tawanan dengan baik dan memaafkannya serta menjamin keselamatan para tawanan kecuali renaud de chatillon, beliau pun mengeksekusi renaud de chatillon karena sudah banyak meneror masyarkat muslim seperti perampokan dan pembunuhan terhadap jamaah haji.

Pertempuran ini disebabkan oleh renauld de chatilon yang menyerang sebuah kafilah besar milik umat islam pada masa perdamaian yang disepakati oleh kedua belah pihak dan juga ketidakmampuan raja guy membebaskan tawanan, memberi alasan yang kuat. maka shalahuddin mengumpulkan pasukannya dan menyerukan jihad untuk menyerang kerajaan yerusalem dan merebut kembali kota suci Baitulmaqdis .

Dan buku ini juga menceritakan tentang pengepungan dan pembebasan yerusalem dari pasukan salib seraya menjamin keselamatan penduduknya. Kota yerusalem merupakan tempat suci umat islam selain kota Mekah dan Madinah. Pasukan muslim juga menaklukan wilayah-wilayah sekitar yerusalem yang dikuasai pasukan salib seperti akre, ashkelon, karak, tiberias, sidon, gibelet, beirut dan toron. Kemudian pada tanggal 20 september pasukan Shalahuddin mulai melakukan pengepungan terhadap kota Yerusalem.setelah melakukan pengepungan selama 22 hari, pasukan Shalahuddin berhasil memasuki kota Yerusalem pada tanggal 2 Oktober 1187 setelah dilakukan perundingan perdamaian dengan Masyarakat Yerusalem.

Setelah itu Sultan Shaluddin berusaha menaklukan Kota Tyrus yang merupakan kota tentara salib yang tersisa di wilayah kerajaan Yerusalem. tetapi tidak berhasil menaklukan Kota Tyrus. Sehingga kota Tyrus menjadi basis pasukan salib dalam perang salib III untuk menaklukan Kota suci Yerusalem kembali. Setelah kegagalan menaklukan kota Tyrus, pada awal tahun 1188 sultan Shalahuddin membubarkan pasukannya.

               Buku ini mengungkapkan segala aspek pertempuran mulai dari ukuran dan perlengkapan perang, profil para komandan dan taktik serta rencana perang yang digunakan oleh kedua kubu yang bertikai dan juga buku ini memiliki kelebihan dan kekurangannya yaitu:

  • Kelebihan :
  1. Terdapatnya  gambar-gambar mengenai pertempuran,pasukan antar dua kubu dan wilayah-wilayah antar dua negara.
  2. Terdapat rangkuman kronologi untuk mempermudah pembaca untuk mengetahui kejadian kejadian tersebut.
  3. Desain yang cukup menarik.
  • Kekurangan :
  1.        Menggunakan kalimat yang tidak mudah di pahami.
  2.        Di halaman 53-57 terdapat gambar yang tidak terlalu jelas untuk dilihat karena terlipat
  3.        Dalam menjelaskan para komandan antara kedua belah pihak tidak lengkap.
  4.        Judul buku yang tidak menarik bagi beberapa orang.
  • Saran :                                                                          
  1.          Semoga penulis membuat buku sejarah pertempuran islam lainnya, seperti perang yarmuk, perang ain jalut ,perang manzikert  dan lain-lain.
  2.          Dan semoga penerbit, merapian buku tersebut agar buku ini lebih  menarik dari sebelumnya sehingga buku ini lebih diminati masyarakat .

0 komentar :

Posting Komentar